Kamis, 25 April 2013

Kedelai Mencegah Keriput


Banyak sekali manfaat dari makanan berbahan kedelai yang sudah terbukti dengan penelitian, termasuk dalam hal pencegahan kanker. Dan baru-baru ini telah ditemukan hasil penelitian baru bahwa kedelai dapat mengencangkan kulit sehinga tidak mudah keriput. Jadu dapat dipastikan bahwa kedelai dapat mencegah keriput pada kulit


RAHASIANYA terletak pada Genistein, sejenis hormon yang ditemukan dalam kedelai. Hormon ini terbukti meningkatkan produksi kolagen, fungsi utama protein ini salah satunya untuk menjaga kekencangan kulit. Keriput tidak akan mudah muncul bila kulit masih punya cukup kolagen yang melindunginya.

Dalam sebuah uji klinis, 53 persen perempuan yang menggunakan Genistein merasakan kulitnya makin lembut dan tampak muda hanya dalam sebulan. Tak heran jika sebuah perusahaan kosmetik asal Swiss, Swisscode tertarik untuk mengembangkannya dalam bentuk serum anti keriput.

Sedikitnya 2.000 perempuan berusia 50-65 tahun telah dilibatkan dalam uji klinis yang dilakukan oleh perusahaan tersebut. Serum tersebut diberikan antara lain di bagian keriput 'crow's feet' aalias kaki gagak di sekitar mata yang memang paling rentan mengalami keriput.

"Genistein bekerja seperti esterogen tetapi tanpa efek samping hormonal. Caranya dengan memblok enzim yang merusak kolagen, sekaligus juga meningkatkan pembentukan kolagen," kata Wolfgang Mayer, seorang juru bicara Swisscode seperti dikutip dari Daily Mail.

Selain bisa mencegah keriput, genistein dalam kedelai juga terbukti mampu menghambat pertumbuhan sel-sel kanker terutama kanker payudara dan prostat. Cara kerjanya hampir mirip, yakni menghambat kerja enzim yang memacu pertumbuhan sel-sel kanker di dalam tubuh.

Bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah, genistein dalam kedelai juga terbukti mencegak pembentukan plak kolesterol. Pembentukan plak adalah salah satu penyebab sumbatan pembuluh darah yang bisa memicu serangan jantung maupun stroke.

Manfaat lain dari olahan kedelai ini adalah menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh dengan kandungan asam lemak jenuh ganda yang dimilikinya. Protein kedelai dapat mengurangi risiko penyakit jantung dengan cara membantu menurunkan LDL (kolesterol buruk) tanpa menurunkan HDL (kolesterol baik). Protein yang dimiliki oleh kedelai selain mengatasi diare juga meningkatkan produksi energi. Zat besi dalam tahu dan tempe digunakan sebagai bagian dari hemoglobin yang membantu dalam mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh yang membantu produksi energi.

Tempe juga berfungsi sebagai anti infeksi karena antibiotika yang dihasilkan oleh karang tempe dapat meminimalkan infeksi. Kedelai dapat membantu pasien diabetes dengan masalah ginjal. Diabetes dapat menyebabkan beberapa komplikasi termasuk gagal ginjal yang ditandai dengan  adanya sejumlah protein dalam urin. Sebuah penelitian membuktikan bahwa protein kedelai dapat menurunkan protein yang ditemukan dalam air seni.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar